Kamis, 14 Januari 2016

Kronologi 6 Ledakan dan Baku Tembak di Sarinah

Sejumlah orang berkerumun di sekitar lokasi ledakan yang terjadi di pos polisi di depan Mal Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak aparat kepolisian yang dikonfirmasi mengenai informasi ini. (twitter.com/ ferrykoto)
Enam ledakan terdengar sampai radius 2 km di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Satpam Bank Mandiri Tri Feranto mengungkap, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 10.30 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56, ledakan keempat pukul 10.58, ledakan kelima 11.00, dan ledakan keenam 11.02 WIB 
Sebanyak 2 kali ledakan terjadi di Starbucks, lalu 1 ledakan di pos polisi. "Setelah 3 ledakan itu polisi dan warga sekitar coba bantu korban, tidak lama setelah itu ada penembakan membabi buta dari arah Starbucks ke arah Jalan MH Thamrin tanpa ada targe," kata Tri.
Kemudian, seseorang tergeletak terkena tembakan. Tidak lama setelah itu terjadi baku tembak dengan polisi.
Setelah itu ledakan kembali terjadi di mobil patroli tentara, dan 2 di mobil lainnya. 

Orang-orang di sekitar kompleks gedung-gedung yang berdekatan dengan Gedung Sarinah di Jakarta Pusat berlarian setelah ledakan pertama terjadi mereka berusaha mendekati situs ledakan.

Video Detik-detik Kepanikan Saat Bom Sarinah Meledak

Bom Sarinah (Liputan6.com/istimewa)
Ledakan dan letusan tembakan di sekitar Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta membuat panik. Para pekerja di sekitar kawasan tersebut juga terlihat berlarian, raut ketakutan juga tergambar dari bahasa tubuh mereka.
Menurut video yang beredar di situs berbagi video yang dikutip, Kamis (14/1/2016), terlihat orang-orang berlarian. Di belakangnya, terdengar beberapa kali suara letusan.
Petugas keamanan di kantor dekat lokasi ledakan tersebut pun terlihat mengarahkan para pekerja untuk berlindung ke tempat yang aman.
Pantauan wartawan di lokasi, suara letusan tembakan terdengar mengarah ke gedung Sarinah. Suara letusan terdengar hingga ke Jalan Sabang dan Kebon Sirih. Hingga pukul 11.00 WIB suara  tembakan masih terdengar.
Berikut rekaman selengkapnya:



Para pekerja di sekitar kawasan tersebut juga terlihat berlarian, raut ketakutan juga tergambar dari bahasa tubuh mereka.
Pascaledakan yang menghancurkan pos polisi (pospol) di depan Mal Sarinah, Jakarta Pusat, lalu lintas dari dan menuju lokasi tersebut dilaporkan lengang.
Menurut informasi yang dihimpun, polisi tengah mensterilisasi jalur demi keamanan.
Dilansir dari Antara, Jalan MH Thamrin tampak lengang dan beberapa orang di Hotel Sari Pan Pacific terlihat berlarian keluar.

3 Korban Teror Sarinah di RSPAD Terluka Serius, 1 WN Belanda

Sejumlah Petugas saat memproses evakuasi mayat korban ledakan bom di pos pol sarinah, Jakarta, Kamis, (14/1/2016). Beberapa ledakan dan suara senjata api terjadi di pusat ibukota. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebanyak 9 korban teror Sarinah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 6 Korban di antaranya mengalami luka ringan. Sementara 3 lainnya kritis dan tengah menjalani operasi.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya hanya bisa menyambangi 6 korban luka ringan. Sementara 3 korban lainnya yang mengalami luka serius tengah dioperasi.

"Yang kami tengok ada 6 orang kondisinya ada yang ringan, karena masih trauma jadi mereka masih butuh perawatan. Yang agak berat dioperasi ada 3 orang," ujar Nila di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Menurut Nila, ‎3 korban yang dioperasi mengalami luka serius akibat tembakan dan serpihan bom. Sebab, ada yang terluka di bagian kepala. 

"Nanti kita bisa lihat karena cukup dalam. Jadi ada yang kena masuk ke otak, ke kepala maksudnya. Ada yang masuk ke dada dan di perut. Ini yang masih dioperasi," papar dia.
Korban Masih Trauma
Sementara korban luka ringan masih harus dirawat karena mengalami trauma akibat aksi teror tersebut. Di antara korban luka ringan dan sedang ini juga ada yang terkena serpihan ledakan di beberapa bagian tubuhnya.

"Sedangkan yang dirawat ada yang kena trauma suara, jadi gendang telinganya terganggu. Ada yang punggungnya (terkena serpihan) tetapi tidak dalam," papar dia.

Suara Dentuman Terdengar dari Dekat Lokasi Bom Sarinah

Sejumlah Petugas saat memproses evakuasi mayat korban ledakan bom di pos pol sarinah, Jakarta, Kamis, (14/1/2016). Beberapa ledakan dan suara senjata api terjadi di pusat ibukota. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suara dentuman kembali terdengar tak jauh dari lokasi ledakan Sarinah, Jakarta Pusat. Suara itu terdengar cukup kuat.
Kamis (14/1/2016) malam, dentuman tersebut terdengar pada pukul 20.54 WIB. Namun tak ada asap yang keluar setelah dentuman terdengar.
Akibat dentuman tersebut, warga yang berkumpul di pos polisi dan Starbucks langsung panitia. Mereka berlarian menyelamatkan diri.
Aparat kepolisian langsung bersiaga. Barracuda merapat ke lokasi tersebut. Hingga kini, pihak terkait belum memberikan keterangan atas hal tersebut.
Polisi belum memberi kejelasan sumber dentuman tersebut.

Rentetan Bom di Jakarta

Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Jakarta dirundung duka setelah 5 orang bersenjata dan membawa bom melakukan aksi teror di Sarinah, Jakarta Pusat. Sebanyak 7 orang tewas dalam kejadian tersebut sedangkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian ini menambah daftar panjang aksi teror bom yang melanda Jakarta. Pada tahun-tahun sebelumnya, Ibu Kota pun pernah mengalami hal demikian.
Seperti yang terjadi pada 2000. Sebuah ledakan bom mengguncang Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Selain itu, ledakan juga terjadi saat malam Natal.
Berikut rentetan bom dahsyat di Jakarta 

Bursa Efek Jakarta

Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
2. Bursa Efek Jakarta (BEJ)
Serentetan bom sempat terjadi di Ibu Kota, di antaranya bom di Bursa Efek hingga bom di Kawasan Mega Kuningan.

Bom Bursa Efek Jakarta adalah serangan teroris terhadap Bursa Efek Jakarta pada 14 September 2000 (sehari sebelum pembukaan Olimpiade musim panas 2000). Bom mobil meledak di ruang bawah tanah Bursa Efek Jakarta, menjalankan rentetan ledakan.
3. Kedubes Filipina
Bom Kedubes Filipina terjadi di Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, Indonesia pada 1 Agustus 2001. Bom meledak dari sebuah mobil dan motor yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat.
2 orang tewas dan 19 orang terluka. Abdul Jabar bin Ahmad Kandai (divonis penjara 30 tahun), Fatur Rahman Al-Ghozi dan Edi Setiono terluka.
4. Hotel JW Marriott
Hotel JW Marriott pernah menjadi target bom bunuh diri pada 5 Agustus 2003 yang memakan korban tewas 12 orang dan 150 orang luka-luka. Polri mengumumkan identitas kedua pelaku bom bunuh diri, yaitu Dani Dwi Permana asal Bogor dan Nana Ikhwan Maulana asal Pandeglang.
Polisi mengaku mendeteksi ada 11 orang yang diduga terlibat dalam pengeboman tersebut, termasuk Noordin M Top sebagai otak pelaku utama dan Ibrohim sebagai orang dalam di Hotel Ritz-Carlton yang menyelundupkan bom ke dalam hotel. Polisi berhasil menangkap atau menembak mati sejumlah tersangka pelaku pengeboman lainnya, walaupun masih ada beberapa aktor yang buron.
2 of 4

Kedubes Australia

Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
5. Kedubes Australia
Ledakan bom di depan kedubes Australia di Jakarta. (Wikipedia)

Pengeboman Kedubes Australia 2004 atau yang biasanya disebut Bom Kuningan terjadi pada 9 September 2004 di Jakarta. Ini merupakan aksi terorisme besar ketiga yang ditujukan terhadap Australia yang terjadi di Indonesia setelah Bom Bali 2002 dan Bom JW Marriott 2003.
Sebuah bom mobil meledak di depan Kedutaan Besar Australia pada pukul 10.30 WIB di kawasan Kuningan, Jakarta. Jumlah korban jiwa tidak begitu jelas - pihak Indonesia berhasil mengidentifikasi 9 orang namun pihak Australia menyebut angka 11.
Di antara korban yang meninggal adalah satpam-satpam Kedubes, pemohon visa, staf Kedubes serta warga yang berada di sekitar tempat kejadian saat bom tersebut meledak. Tidak ada warga Australia yang meninggal dalam kejadian ini. Beberapa bangunan-bangunan di sekitar tempat kejadian juga mengalami kerusakan.
6. Hotel JW Marriott
Bom Jakarta 2009 (disebut juga Bom Mega Kuningan 2009) adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, kota Jakarta Selatan.
Peristiwa bom bunuh diri tersebut menewaskan 9 orang korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, baik warga Indonesia maupun warga asing.
Selain dua bom rakitan berdaya ledak rendah yang meledak tersebut, sebuah bom serupa yang tidak meledak ditemukan di kamar 1808 Hotel JW Marriott yang ditempati sejak dua hari sebelumnya oleh tamu hotel yang diduga sebagai pelaku pengeboman.
Peristiwa ini terjadi sembilan hari sesudah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia serta 2 hari sebelum rencana kedatangan tim sepak bola Manchester United di Hotel Ritz-Carlton yang akan melakukan pertandingan dengan tim Indonesian All Star pada 20 Juli 2009. Sementara itu, tim Indonesian All Star yang sedang menginap di Hotel JW Marriott selamat dari bom.
3 of 4

Sarinah

Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah warga lari berhamburan seusai mendengar isu bom yang akan kembali meledak pasca terjadinya ledakan yang terjadi di Pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
7. Sarinah
Sejumlah Petugas saat memproses evakuasi mayat korban ledakan bom di pos pol sarinah, Jakarta, Kamis, (14/1/2016). Beberapa ledakan dan suara senjata api terjadi di pusat ibukota. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah ledakan dan baku tembak terjadi di Kompleks Sarinah, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (14/1/2016) 

Total jumlah korban luka dan tewas akibat serangan teroris di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat hingga saat ini berjumlah 31 orang. Tujuh di antaranya tewas dan sedang dalam proses autopsi di RS Polri dokter Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara 24 korban luka lainnya, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal, tersebar di sejumlah rumah sakit di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
"Total korban 31 ya. Seperti yang sudah diketahui 7 meninggal saat insiden tadi dan 24 lainnya berada di beberapa rumah sakit dan masih menjalani perawatan," beber Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta

Jokowi: Negara dan Rakyat Tidak boleh Kalah dengan Aksi Teror

Jokowi: Negara dan Rakyat Tidak boleh Kalah dengan Aksi Teror
AFP / BAY ISMOYO
Polisi berlindung di balik kendaraan saat mengejar terduga pelaku setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.
Kamis, 14 Januari 2016 | 13:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tetap tenang menyusul adanya serangan teror di Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ia memastikan situasi terkendali.
"Negara, bangsa dan rakyat tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini," kata Jokowi melalui pernyataan tertulis, Kamis siang.
"Saya harap masyarakat tetap tenang karena semua terkendali," sambung Jokowi.
Secara terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP mengatakan bahwa Presiden juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif dan pelaku serangan teror di sekitar Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin.
Presiden, kata Johan, telah memerintahkan Polri dan Kemenko Polhukam untuk menangani aksi teror tersebut.
"Kata Presiden, jangan berspekulasi, kita serahkan pada profesionalisme Polri," kata Johan.

Minggu, 10 Januari 2016

Hadapi Sidang Vonis, Suryadharma Ali Berharap Dibebaskan

Hadapi Sidang Vonis, Suryadharma Ali Berharap Dibebaskan
Jakarta - Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali menjalani sidang putusan (vonis) hari ini. Suryadharma sebelumnya dituntut 11 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji dan penyalahgunaan dana operasional menteri (DOM).

"Harapannya adalah SDA diputus bebas oleh Majelis Hakim. SDA tidak pantas dihukum karena selama persidangan JPU tidak bisa membuktikan dakwaannya bahwa SDA melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangannya baik dalam soal penyelengaraan ibadah haji maupun pemakaian DOM untuk kepentingan pribadinya maupun keluarganya," ujar pengacara Suryadharma, Humprey Djemat, Senin (11/1/2016).

Humprey menyebut kasus Suryadharma sejak awal dipaksakan karena adanya kepentingan politis berkaitan dengan gelaran pilpres.

"Lihat saja SDA yang mengelola uang haji Rp 120 triliun dan APBN setiap tahun hanya dikatakan menerima selembar kain kiswah sebagai hasil korupsinya dan tidak ada sepeser pun diterimanya buktinya semua rekeningnya dicabut blokirnya. Bila ada niat korupsi APBN masa hanya Rp 1,8 miliar dari uang DOM dari APBN selama 4 tahun? Kasus SDA ini sungguh tidak rasional dan tidak layak dialamatkan kepada SDA, jelas ini bukan perbuatan melawan hukum tapi masalah politik," imbuh dia.

Suryadharma sambung Humprey berharap Majelis Hakim yang diketuai Aswijon akan memutuskan perkara secara obyektif berdasarkan fakta persidangan.

"SDA yakin pengadilan Allah yang Maha Adil pasti datang dan memberikan pembalasan kepada setiap orang sesuai niat dan perbuatannya," ujarnya.

Jaksa pada KPK menuntut Suryadharma dengan pidana penjara 11 tahun. SDA juga diminta membayar denda sebesar Rp 750 juta subsidair 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 2,2 miliar.

Suryadharma diyakini Jaksa KPK melakukan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 mulai dari penentuan petugas haji, pengangkatan petugas pendamping amirul hajj, pemondokan, memanfaatkan sisa kuota haji. Suryadharma juga diyakini Jaksa KPK menyelewengkan dana operasional menteri Rp 1,8 miliar.

Akibat perbuatannya tersebut negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp 27.283.090.068 dan SR 17.967.405.

Jaksa KPK menganggap Suryadharma terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. 
Sumber : detik